SUKSES LAKSANAKAN BEDAH BUKU “BIOSTATISTIK INFERENSIAL”

Humas – STIKes Respati. Program S-1 Kesehata Masyarakat STIKes Respati sukses menggelar bedah buku “BIOSTATISTIK INFERENSIAL” karya  Hariyani Sulistyoningsih, S.K.M., M.K.M yang merupkan dosen S-1 Kesehatan Masyarakat, bileu juga menjabat sebagai Wakil ketua bidang I Akademikdan kemahasiswaan.

Dalam kegiatan itu hadir sebagai penanggap yakni Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Tasikmalaya Januarto Wibowo, S.ST., M.M.

Dunia buku adalah suatu media yang memberikan gambaran untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Setiap pembaca memiliki cara dan sudut yang berbeda dalam menggambarkan sesuatu sehingga menjadi sebuah pengetahuan yang benar dan berguna. Disinilah letak keistimewaan dari sebuah buku yang memberikan gambaran dan kebebasan bagi para pembaca untuk berpengetahuan sehingga memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data sekadar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan. Inilah yang disebut potensi untuk menindaki. Seorang penulis buku mempunyai tujuan memberikan pesan-pesan tersurat dan tersirat dalam isi buku yang disajikan. Beberapa pesan yang dituliskan meliputi pesan moral, pesan psikologi pelaku dan suasana   yang   digambarkan   dan   pesan   tentang   sudut  pandang   penulis   terhadap   suatu permasalahan.

Bedah buku merupakan strategi dari gerakan literasi kampus sehingga dapat menciptakan budaya literasi yang positif. Gerakan literasi memiliki tiga tahap diantaranya : pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 di buka secara resmi oleh KA. Prodi S-1 Kesehatan Masyarakat ISyeu Sriagustini, S.K.M., M.K.M.

Dalam sambutannya beliau memberikan informasi terkait dengan visi baru program studi S-1 Kesehatan Masyarakat yaitu “Menghasilkan Sarjana Kesehatan Masyarakat uang Unggul dan INovatif dalam Pemberdayaan Berbasis Data Yang Berfokus Pada Masalah Kesehatan Masyarakat”. Ini menjadi awal yang relevan dalam mencapai visi tersebut. Ujarnya.

Melalui pemahaman dan penerapan konsep biostatistik inferensial, kita dapat mengembangkan kemampuan analisis yang mendalam untnuk mendukung pengambilan keputusan yang berkualitas dalam konteks kesehatan msyarakat.

Diakhiri dengan sesi tanya jawab, pemberian setifikat dan pemberian rewards untuk perserta yang aktif bertanya, tidak hanya itu Badan Pusat Statistik dan S-1 Kesehatan Masyarakat melakukan penendatanganan berita acara implementasi kegiatan kerjasama. (Fy)